Rabu, 11 Mei 2011

Peranan pengawas dalam meningkatka kinerja Guru


1.     Pendahuluan
1.1. Latar belakang
Pada era otonomi sekarang, sekolah berlomba-lomba ke arah yang sesuai dengan tuntunan masa agar tidak ketinggalan zaman  salah satu perubahan yang harus terjadi di sekolah pada era otonomi pendidikan adalah peningkatan kinerja staff. Tapi sekolah- sekolah kini belum mampu memberi layanan belajar  bermutu karena belum mampu memberikan kepuasan belajar peserta didiknya.
Sebagaimana kita ketahui staff di sekolah sendiri atas kepala sekolah guru, dan staff-staff lain atau pegawai di sekolah tersebut salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidik kita adalah  dibentuknya pengawas sekolah, tugas pengawas sangat erat kaitanya dengan penjaminan mutu pendidikan di suatu lembaga pengelolahan, usaha apapun yang kita lakukan pemerintah untuk mengawasi jalannya pendidikan,  akan berdampak nyata pada kegiatan layanan belajar mengajar, bila ditindak lanjuti dangan pembinaan gurunya dengan memberikan bantuan pada kepala sekolah dan staff- staffnya dalah salah satu tugas dari pengawas  sekolah yang akan membantu peningkatan kinerja seorang guru.

1.2. Rumusan masalah
Dengan adanya permasalahan yang terdapat dalam latar belakang diatas dapat kami ambil simpulan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan tenaga kepengawasan  supervisi itu?.....
2. Bagaimana seharusnya prilaku pemimpin dan kepengawasan itu?.....
3. Seperti apa peran pengawas dalam pengendalian mutu pendidikan di sekolah?.....
4. Apa saja tugas pokok petugas sekolah?.....

1.3. Tujuan
1.Mengerti apa arti tenaga kepengawasan (supervisi) itu.
2. Memahami sikap yang harus dimiliki seorang pengawas dan pemimpin.
3. Mengetahui sasaran pengawas pendidikan di sekolah.
4. Mengetahui beberapa peran pengawas sekolah.
5. Mengetahui tugas-tugas pengawas sekolah.








2.     PERANAN PENGAWAS DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU

2.1. PENGERTIAN SUPERVISI (kepengawasan)

Secara etimologi kata pengawas (supervisi) berasal dari istilah Inggris “supervision ”  terdiri dari dua kata super (lebih) dan visional (melihat) yang berarti melihat dari atas yakni melihat dari atas  pekerjaan secara keseluruhan sedangkan orang yang melakukan supervisi tersebut dikenal dengan supervision / pengawas. Menurut N.A Amatembun pengawas pendidikan adalah pembinaan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu belajar di kelas pada khususnya.
Menurut Dadang Suhardan,2006, supervise adalah pengawasan profesional  yang di jalankan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Oleh karena itu pengawas satuan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh sembarangan pengawas apalagi oleh orang yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu, tetapi harus dijalankan oleh orang yang sesuai keahliannya. Dan semua pakar menyepakati bahwa “supervisi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang memfokuskan diri pada pengkajian peningkatan situasi belajar mengajar, memberdayakan guru dan mempertinggi kualitas mengajar”. Sebagai dampak meningkatnnya kualitas pembelajaran, tentu dapat meningkat pula prestasi belajar siswa, dan berarti meningkatlah kulitas kelulusan sekolah itu.

2.2. PERILAKU KEPEMIMPINAN SEKOLAH DAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN
Menurut M.Ngalim Purwanto,2008, beberapa sifat yang diperlukan dalam kepemimpinan pendidikan antara lain:
·         Rendah hati dan sederhana
·         Bersifat suka menolong
·         Sabar dan memiliki kestabilan emosi
·         Percaya kepada diri sendiri
·         Jujur, adl dan dapat dipercaya
·         Keahlian dalam jabatan, ahli dalam bidang pekerjaan yang di pimpnnya
Sifat-sifat diatas, berkaitan dengan sifat-sifat watak pribadi yang sebagian besar adalah hasil pengaruh faktor-faktor pembawan dan lingkungan, yang memberikan kedudukan yang kuat bagi kita untuk berinteraksi. Tanpa kahlian yang memadai, maka tidak dapat memberikan bentuan yang diperlukan.
2.3. SASARAN PENGWASAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Supervisi hadir karena satu alasan yang menurut Oteng Sutima,(1982) ”....untuk memperbaiki mengajar dan belajar....untuk membimbing pertumbuhan kemampun dan kecakapan professional guru-guru”. Supervisi mendorong guru menjadi lebih berdaya, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif, guru menjadi lebih puas dalam melaksanakan tugasnya. Ini berarti kedudukan supervisi merupakan komponen strategis dalam administrasi pendidikan. Menurut Fritz Crrie dan Greg Miller,2003, (dalam Dadang Suharadan,2006) “bila tidak ada unsur supervisi, system pendidikan secara keseluruhan tidak akan berjalan efektif dalam usaha mencapai tujuannya”. Dengan demikian sistem pendidikan dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.
Jadi, sasaran pengawasan pendidian disekolah mencakup tiga aspek :
*      Peningkatan mutu pembelajaran melalui peningkatan kemampuan dan kinerja profesional guru.
*      Peningkatan mutu menejemen kepala sekoah dalam rangka peningkatan organisasi sekolah yang kondusif dan iklim budaya belajar.
*      Kinerja para administrator pendidikan, yakni tindakan menejerial para personil pendidikan di tingkat birokrat (struktural ).
  
2.4. PERILAKU PENGAWASAN DALAM PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Dalam kegiatan di sekolah seperti administrasi supervisi, evaluasi manajemen maupun pengawasan merupakan kegiatan yang saling melengkapi satu sama lain, tidak dapat di pisahkan hanya dapat dibedakan, itu pun hanya bisa dilakukan dalam bahasa akademik. Pengawasan atau kontrol merupakan usaha untuk mempertahankan supaya proses pendidikan berjalan dengan semestinya dalam tujuan mencapai tujuan yang dikehendaki dalam rencana. Pengawasan pada dasarnya digunakan untuk menjaga keterlaksanaan program yang telah ditetapkan. Manajemen merupakan sistem pengolahan administrasi pendidikan yang melalui unsur perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengawasan agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien serta produktif.

2.5. TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH
Tugas pokok pengawas sekolah adalah melakukan penilaian dan pembinaan serta melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi menejerial.
Pengawasan menejerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan bimbingan mulai dari rencana program, proses sampai dengan hasil. Bimbngan dan bantuan diberikan kepada kepala sekolah dan seluruh staff sekolah dalam pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah.
Pengawasan akademik berkaitan dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran atau dan kualitas hasil belajar siswa.
Maka, tugas pengawas sekolah mencakup:
1)   Inspecting(mensupervisi)
Yaitu pengawas bertugas mensupervisi kinerja kepala sekolah, guru, staff sekolah, pelaksana kurikulum, pelaksana pembelajaran, manajement sekolah dan aspek lain, seperti pendidikan moral dan kerja sama dengan masyarakat.

2)   Advising (memberi nasehat)
Yaitu pengawas bertugas member nasehat kepada guru-guru tentang pembelajaran yang efektif, memberi nasehat kepada kepala sekolah dalam mengelola pendidikan, memberi advis kepada tim kerja dan staff sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah.

3)   Monitoring (pemantauan)
Yaitu bertugas membantu standart mutu pendidikan, membantu penerimaan siswa baru, membantu proses dan hasil belajar siswa.

4)   Reporting (membuat laporan)
Yaitu bertugas melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan kepada dinas pendidikan atau kota, provinsi dan nasional.

5)   Koordinatif (menkoordinasi)
Yaitu tugas pengawas sebagai koordinator yang mengkoordinir sumber-sumber daya sekolah baik SDM, material dan finansial.

6)   Performing leadership (memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut).














3.     KESIMPULAN

Kemudahan merupakan unsur yang memberikan keuntungan dalam pemberian bantuan profesional sehingga mempercepat tercapainya tujuan pembinaan. Kualitas pelayanan bentuan professional diperoleh manakala didukung oleh kemudahan-kemudahan yang tersedia, sehingga bantuan professional dapat berlangsung efektif.
Jika proses pendidikan berlangsung efektif, maka produktivitas kinerja stakeholder pendidikan semakin tinggi, berarti mutu pendidikan akan semakin meningkat di Indonesia. Dalam struktur organisasi tingkat kabupaten dan kota, pengawasan pendidikan disekolah harus tetap diarahkan pada pengendalian mutu dan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dilakukan oleh para pengawas yang memiliki kompetensi yang sesuai untuk melakukan pengawasan akademik, disamping pengawasan menejerial.


















4.     DAFTAR PUSTAKA

1)                  Satriawan, Bayu.2003. Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja guru, (online).  www.pdfound.com/pdf/...,09.
2)                  Hanifah, Isna.2009. Memaksimalkan Peran Pengawas Pendidikan, (online). www.isnahanifah.blogspot.com/pdf/...,09.
3)                  Hadi, Yusuf.2008. Sinopsis Kompetensi Guru Dalam..., (online). www.yusufhadi.net.com./upcontent/upload/20...,09.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar